Tinjau Pelaksanaan Pengoperasian LRT Jakarta, Gubernur Anies Tekankan Integrasi Seluruh Moda Transportasi

Jakarta Timur – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan pengoperasian LRT Jakarta pada Rabu (12/9). Peninjauan tersebut dimulai dari stasiun Velodrome, Jakarta Timur hingga Stasiun Kelapa Gading Mall, Jakarta Utara. Dalam peninjauannya, Gubernur Anies menekankan pentingnya pembangunan transportasi LRT Jakarta yang terintegrasi dengan seluruh proses konstruksi pembangunan moda transportasi yang ada di DKI Jakarta.

“Pembangunan transportasi semacam ini harus benar-benar terintegrasi dengan semua konstruksi yang sedang berjalan di Jakarta. Jadi, kita harus memastikan pembangunan ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, perlu duduk bersama semuanya lalu diputuskan sama-sama. Jadi dari stasiun velodrome ini nanti kita akan pastikan tersambung dengan BRT yang lokasinya tidak jauh dari sini. Dengan begitu, warga Jakarta yang gunakan kendaraan umum bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelas Gubernur Anies.

Selain itu, Gubernur Anies juga menekankan agar setiap moda transportasi yang dibangun, baik LRT, MRT, maupun BRT, mampu memunculkan interaksi antar warga. “Dan ini dari awal kita sampaikan bahwa alat transportasi lebih dari sekadar memindahkan badan atau penduduk, tapi ini adalah alat interaksi antar warga. Karena itu LRT, MRT, BRT rancangannya, termasuk stasiunnya, haltenya, itu harus memungkinkan munculnya interaksi antar warga,” tegas gubernur yang diusung oleh PKS dan Gerindra itu.

Sementara itu, Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono menyampaikan uji operasi terbatas telah dilaksanakan dengan lancar. Beberapa catatan yang disampaikan Gubernur Anies kepada dirinya menjadi perhatian untuk dapat dievaluasi dalam penyelesaian proses pembangunan LRT Jakarta.

“Pak Gubernur DKI memberikan catatan, di Stasiun Boulevard Utara, kami spesifik perhatikan ada jeda antara gerbong dan peron. Karena itu juga penting bagi Pemprov DKI dan LRT Jakarta bahwa jedanya itu harus pas agar para penyandang disabilitas merasa nyaman menggunakan kereta ini. Nanti kita akan lengkapi di laporan nanti di uji operasional terbatas ini,” jelas Allan.

Diketahui, dari rilis Jakpro disebutkan, sejak terbitnya Surat Prinsip Pelaksanaan uji operasi terbatas LRT Jakarta dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta tertanggal 4 September 2018, ini adalah kali pertama Gubernur Anies mencoba moda transportasi terbaru yang diselenggarakan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pelaksanaan uji operasi terbatas dilakukan setelah LRT Jakarta mendapatkan Surat Prinsip Tidak Keberatan atas uji operasi terbatas dari Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dishub Prov. DKI Jakarta. Adapun dasar penerbitan surat tersebut adalah mengacu pada 4 (empat) hal yaitu:

1. Surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI tentang Rekomendasi Keselamatan untuk Pelaksanaan Uji Operasi LRT Jakarta tanggal 28 Agustus 2018;

2. Surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis dalam Rangka Uji Coba Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Fasilitas Operasi Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall tanggal 21 Agustus 2018;

3. Surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI tentang Rekomendasi Teknis Prasarana Perkeretaapian Jalur Ganda Layang (elevated) dan Bangunan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) Jakarta antara Stasiun Velodrome – Stasiun Kelapa Gading Mall tanggal 21 Agustus 2018; dan

4. Sertifikat Uji Pertama Kemenhub RI sebanyak 8 (delapan) sertifikat.

Selama uji operasi terbatas yang berakhir hingga 14 September 2019 ini, LRT Jakarta beroperasi antara pukul 14.00-17.00 WIB setiap hari, dengan lintas uji operasi terbatas sepanjang 4 km dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome dan sebaliknya. Adapun kecepatan operasi sarana maksimum 40 km/jam dengan jadwal pemberangkatan setiap 20 menit. Turut hadir pada uji operasi terbatas kali ini, Abang None Jakarta dan perwakilan warga disabilitas, lansia dan anak yang tergabung dalam Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional.