Tak Lagi Prioritaskan Nilai Akademik, Dewan Apresiasi PPDB DKI Jakarta

0
10

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengubah syarat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ini. Dari yang sebelumnya memprioritaskan nilai akademik, berubah pada domisili siswa baru kemudian usia. Tidak ada syarat nilai akademik seperti seleksi tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI Fraksi PKS Nasdiyanto memberikan apreasiasinya. Menurutnya, setiap anak di DKI Jakarta berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Adanya syarat nilai akademik membuat ketimpangan antar sekolah. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sekolah yang berkualitas.

“Saya dukung dan apresiasi sistem PPDB DKI Jakarta tahun ini yang tak lagi mempriotitasikan nilai akademik. Karena kalau nilai kademik masih dijadikan syarat, akan ada klasifikasi sekloha favorit dan non favorit. Padahal, semua sekolah negeri sama-sama dibiayai oleh pemerintah. Harusnya semua sekolah negeri punya kualitas yang sama.” ucap Nasdiyanto yang merupakan anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Nasdiyanto melanjutkan, sistem PPDB DKI Jakarta juga sudah mempertimbangkan asas keadilan. Karena kalau nilai akademik dijadikan syarat, biasanya anak-anak orang kaya punya nilai yang lebih baik. Sedangkan orang miskin yang tidak memenuhi syarat terpaksa harus sekolah di sekolah swasta yang mahal. Padahal secara ekonomi, harusnya anak anak dari keluarga yang kurang mampulah yang lebih berhak dibiayai pemerintah.

“Konsepnya sudah bagus, nanti kita lihat implementasinya seperti apa. Semoga pendidikan di DKI Jakarta lebih baik, adil dan merata,” pungkas Nasdiyanto.