Prihatin Timbulnya Klaster Libur Panjang Covid-19, Fraksi PKS DPRD DKI: Masifkan Pengawasan Saat Liburan dan Edukasi Warga

0
27

Jakarta – Timbulnya klaster libur panjang yang terjadi sekitar 16-22 Agustus 2020 lalu menjadi momok bagi masyarakat di tengah masa pandemi yang masih merebak. Banyak masyarakat yang melakukan aktifitas diluar rumah dan berwisata yang sangat minim pengawasan dengan kurangnya mematuhi penerapan 3 M, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin prihatin dengan timbulnya klaster libur panjang, masyarakat masih belum mampu menahan diri untuk tidak berwisata dan ketika beraktifitas wisata, mengunjungi tempat hiburan atau tempat-tempat makan, mengabaikan protokol kesehatan.

 

“Kami sangat prihatin, seharusnya ini tidak perlu terjadi,” kata Arifin, Rabu (2/9/2020).

 

Arifin melanjutkan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan semua pemangku kepentingan harus berkolaborasi untuk secara masif dan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.

“Disamping itu pengawasan juga harus diperketat, termasuk penegakan sanksi bagi yang melanggar agar menimbulkan efek jera,” tegas Arifin.

 

“Kami juga mengapresiasi simbolisasi peti mati yang diletakan disudut kota, agar masyarakat tambah awaretidak lagi memandang remeh wabah yang masih belum berakhir ini,” tandasnya.

Diketahui, jumlah kasus harian di Jakarta pada 30 Agustus memecahkan rekor dengan tembus 1000 kasus atau tepatnya 1114 kasus baru positif covid-19. Dari jumlah tersebut, 385 kasus merupakan akumulasi data dari 7 hari sebelumnya dan diduga terpapar pada saat libur panjang 16-22 Agustus. Peningkatan kasus ini pula yang menyebabkan positive rate di Jakarta dalam seminggu terakhir mencapai 9,7%.