Pemprov DKI Jakarta dan PT Transjakarta Gelar Kegiatan Lukis Mural Bersama Anak Penyandang Disabilitas

Balaikota Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan Asian Para Games 2018, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi bersama PT Transjakarta mengadakan kegiatan seni lukis mural yang diikuti oleh anak-anak penyandang disabilitas di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Kamis (11/10). Dengan diikuti 15 peserta, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua INAPGOC Sylviana Murni dan Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan kegiatan ini di mana semua pihak dapat berkumpul bersama di Balaikota untuk menyaksikan karya-karya dan proses membuat lukisan mural. “Kita semua di Jakarta ingin agar momen penting di mana ada INAPGOC sebagai pengingat. Kehadiran panitia ini bukan sekadar sebagai penyelenggara, tapi juga menjadi pengingat bagi kita semua,” ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies membuka kegiatan ini secara simbolis dengan melukis arah panah. Kemudian, para peserta melaksanakan kegiatan lukis mural di atas kanvas berukuran panjang 20 meter dan tinggi 2,5 meter.

Gubernur Anies pun menyetel dua lagu instrumen piano klasik, yaitu Ode to Joy dan Für Alise karya Ludwig van Beethoven. Gubernur Anies menceritakan, dua karya fenomenal tersebut dibuat oleh seorang penyandang tuna rungu. Gubernur Anies menegaskan, Ludwig van Beethoven berhasil menunjukkan karya musik yang tidak bisa  didengarnya namun tidak lekang oleh zaman. “Maka, seperti Beethoven, itu kalau dihitung, sejak sekitar 1810 sampai sekarang, berarti 208 tahun, dan sampai sekarang kita masih mendengar (karyanya),” tambah gubernur yang diusung oleh PKS dan Gerindra ini.

Gubernur Anies turut menyampaikan apresiasi kepada PT Transjakarta yang telah menfasilitasi kegiatan tersebut. Diharapkan, karya seni mural ini menjadi pengingat bahwa seni adalah kesempatan yang dapat diakses oleh siapa saja termasuk penyandang disabilitas. Gubernur Anies juga berpesan agar tidak menganggap ekspresi seni dapat terhambat oleh persoalan fisik. Menurut Gubernur Anies, seni adalah ekspresi rasa dengan apa yang dilakukan, dengan penuh perasaan dan hati.

“Saya ingin sampaikan terima kasih kepada Transjakarta yang sudah memfasilitasi. Terima kasih kepada teman-teman INAPGOC. Dan juga para orang tua yang sudah membimbing selama ini. Tanpa dukungan dari orang tua, ini semua tidak akan terjadi,” tutup Gubernur Anies.

Untuk diketahui, selain kegiatan melukis, PT Transjakarta juga menggelar workshop bagi para atlet Asian Para Games 2018 di Wisma Atlet, Kemayoran. Transjakarta juga memfasilitasi 2.000 penyandang disabilitas untuk menyaksikan pertandingan Asian Para Games 2018 dengan harapan bisa menginspirasi mereka untuk selalu optimis.