Makam COVID di TPU Pondok Ranggon Sisa 1.100, PKS: Waktunya Perketat PSBB

0
14

Jakarta – Tempat pemakaman umum yang disediakan untuk jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur liang lahadnya tersisa untuk 1.100 jenazah. Menyoroti hal itu, PKS DKI Jakarta meminta Pemprov untuk memperketat PSBB guna mencegah lebih banyak korban akibat COVID-19.

“Ya saya kira sudah waktunya (PSBB) untuk diperketat agar korban tidak berjatuhan lebih banyak,” kata anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Abdul Aziz kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta ini juga memberikan beberapa masukan kepada Pemprov DKI. Aziz menyebut pergerakan warga harus dibatasi kembali.

“Satu, kembali membatasi pergerakan warga, dua memperbanyak tes,” katanya.

Selain itu, Aziz meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan tempat isolasi terhadap warga yang tertular. Dia juga meminta kapasitas rumah sakit untuk rujukan COVID-19 ditingkatkan.

“Tiga menyiapkan tempat isolasi, insentif untuk yang dan isolasi karena positif, dan menyiapkan rumah sakit,” kata Aziz.

Sebelumnya petugas di TPU Pondok Ranggon memprediksi sisa lahan tersebut bisa menampung jenazah COVID-19 hinga dua bulan ke depan. Hal itu merujuk pada jumlah rata-rata jenazah korban COVID-19 yang dimakamkan pada Agustus 2020 berkisar 27-28 jenazah per hari.

“Lahan kami untuk jenazah COVID-19 tersisa 1.100 lubang makam untuk muslim dan non muslim,” ujar Komandan Regu TPU Pondok Ranggon, Nadi (47), seperti dilansir Antara, Jumat (4/9/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah angkat bicara mengenai hal ini. Dia meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai TPU khusus Corona sudah penuh.

Anies menerangkan Pemprov DKI telah melakukan pemetaan terhadap TPU khusus jenazah terpapar Corona. Pemetaan itu dilakukan sejak Maret 2020.

“Semua lokasi dan lain-lain sudah disiapkan sejak bulan Maret. Bahkan, Maret sudah disiapkan alternatif tempat,” kata Anies.

 

Sumber: detikcom