HNW : Pancasila Amanatkan untuk Pilih Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Amanah dan Perjuangkan Kedaulatan NKRI

Jakarta – Sosialisasi 4 Pilar MPR adalah sarana untuk mengingatkan dan menegaskan kembali peran Pancasila dan UUD RI 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar kita mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara kita. Hal tersebut disampaikan Wakil ketua MPR Hidayat Nurwahid dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR dengan tema Kampanye Media Sosial Positif dalam Membangun Kepribadian yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kelompok Kreatif Media Digital, Kamis (26/7/2018) di Jakarta Selatan.

Sehingga menurut Hidayat, dalam memilih pengelola negara dan wakil rakyat dalam Pemilu, pilihlah mereka yang melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pilihlah mereka yang tidak mengabaikan sila pertama yang mengandung nilai keimanan, kejujuran, tidak korupsi, bukan pengguna apalagi pengedar narkoba, menolak kehidupan bebas yang tidak sesuai fitrah manusia seperti LGBT. Pengelola negara dan wakil rakyat yang dipilih juga bukan yang tidak sejalan nilai-nilai sila lainnya seperti membiarkan kekayaan negara dikuasai pihak asing, tidak memenuhi janji-janjinya untuk mensejahterakan rakyat dan menjadikan negara berdaulat. Bukan pula mereka yang membiarkan separatisme yang sesungguhnya adalah bentuk terorisme terhadap negara. “Bukan yang sekedar berkata Saya Indonesia Saya Pancasila, namun prilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi ideologi negara,” papar wakil rakyat dari daerah pemilihan DKI Jakarta II ini.

Dalam kesempatan tersebut juga Hidayat menyampaikan, generasi muda saat ini jangan melupakan bahwa Indonesia pernah mengalami perubahan beberapa bentuk negara termasuk upaya mengubah bentuk negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan sejarah menunjukkan bahwa seorang tokoh Islam, M. Natsir yang menjadi Ketua Fraksi Partai Masyumi yang dengan berani menyampaikan Mosi Integral untuk kembali pada NKRI setelah kita menjalani bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Indonesia membutuhkan wakil-wakil rakyat yang berani untuk terus memperjuangkan persatuan dan menjaga kedaulatan Indonesia dari cengkraman asing. “Sejarah tersebut juga menunjukkan bahwa tidak perlu mendikotomikan antara Islam dan Keindonesiaan kita,” sambung Hidayat yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS.

Para tokoh umat Islam sejak dulu justru yang gencar untuk kembali kepada NKRI daripada bentuk RIS.

“Maka jangan diragukan lagi tokoh-tokoh politik Islam dalam memperjuangkan keutuhan RI dan memperjuangkan kedaulatan bangsa karena sudah ada contoh dari pendahulunya,” tutup Hidayat.