Gandeng Pelajar dan Mitra Kerja, Pemprov DKI Lakukan Pengecatan Lintas Bawah JLNT Antasari dengan Kreasi Mural

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta menginisiasi program penataan lintas bawah Jalan Layang Non Tol (JLNT) dengan tujuan mewujudkan kota yang tertata. Setelah melakukan penataan lintas bawah JLNT Casablanca dengan pengecatan tiang JLNT dan membersihkan lingkungan di sekitarnya, kemudian Pemprov DKI Jakarta melakukan hal serupa di JLNT Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/3).

“Alhamdulillah, rencana yang sudah di rancang panjang sejak awal kami bertugas di Jakarta (untuk) menjadikan tiang-tiang beton diubah menjadi ekspresi seni lukis (oleh) siswa SMA. Harapannya bisa membuat kota Jakarta setahap demi setahap bisa lebih indah dan membahagiakan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya setelah membuka acara tersebut.

Gubernur Anies mengapresiasi dukungan pihak-pihak terkait untuk berkomitmen dalam program penataan lintas bawah JLNT di Jalan Antasari melalui program Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha dan Corporate Social Responsibility (CSR) terkait penataan lingkungan di Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta inginkan agar kota Jakarta menjadi lebih indah dalam semua aspek. Hal ini penting karena yang diharapkan bukan hanya kotanya yang maju tapi juga warganya bahagia. “Kebahagiaan itu bisa di dapat dari banyak hal termasuk dari menyaksikan dan menikmati karya-karya seni dari warga Jakarta, yaitu anak-anak SMA yang berkarya,” pungkas Gubernur Anies.

Selain pengecatan tiang JLNT, digelar pula penandatangan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT. ICI Paints Indonesia, PT. Jotun Indonesia, PT. Bintang Chemical Indonesia, dan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Dasar pelaksanaan inisiatif ini adalah Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Program Pengecatan Kolong Layang Jalan Layang Non Antasari

Pengecatan JLNT Antasari ini melibatkan peran serta para pelajar SMA dan SMK dari 64 sekolah di DKI Jakarta. Para pelajar SMA dan SMK ini telah memperoleh pelatihan teknik pengecatan seni mural dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan pelatihan penggunaan cat dari PT. ICI Paints Indonesia. Khusus satu dinding tiang didesain dan dicat oleh Seniman dan Komunitas. Awalnya terdapat 108 hasil karya SMA-SMK yang kemudian diseleksi oleh IKJ menjadi 64 desain mural. Desain mural tersebut meliputi aksen atau motif khas Betawi, salah satunya Gigi Balang.

Adapun 64 Tiang dengan rincian 28 Piers (1 piers berjumlah 2 tiang) dan 7 Buah Tiang Tunggal yaitu : Tiang Nomor 1-7, Piers Nomor 9, 11, 12, 15, 17, 19, 21, 25, 27, 29, 31, 33, 35, 37, 39, 41, 43, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 63, 67 dan Pier 83.

Gubernur Anies juga bahwa menyampaikan kolaborasi dan kerja sama kemitraan antara pihak-pihak terkait dan para pelajar SMA-SMK tersebut dapat memberi energi positif bagi warga Kota Jakarta. Beliau menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan memperindah kampung-kampung di Jakarta.

“Ini menjadi ruang ekspresi yang dinamis, mulai 2018-2020 selalu bisa dilukis bergantian, sebagai kompetisi yang positif. Insya Allah bulan depan kita lakukan untuk kampung-kampung di Jakarta, dan BUMN berkenan mendukung beautifikasi kampung-kampung di Jakarta.

*Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov DKI Jakarta*