Fraksi PKS Usulkan Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Gunakan Batik Betawi Sepekan Sekali

Jakarta – Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD DKI Jakarta menggunakan Batik Khas Betawi satu kali dalam sepekan. Hal tersebut diutarakan Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani di Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober setiap tahunnya.

Yani melanjutkan, penggunaan batik khas Betawi ini perlu dilakukan untuk menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap identitas dan kebudayaan lokal, “Selain itu, penggunaan batik Betawi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan industri pembuatan batik bercorak khas lokal,” terang Yani, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2019).

Masih menurut Yani, minat masyarakat masih rendah untuk menggunakan batik Betawi. Padahal pengguna batik di Jakarta jumlahnya sangat banyak. Setidaknya ada lebih dari 1,5 juta pengguna batik setiap harinya di Jakarta namun pengguna batik Betawi tidak sampai satu persennya.

“Seminggu sekali pakai batik Betawi bisa jadi permulaan bangkitnya budaya batik Betawi dan juga mendorong industri batik Betawi yang tersebar dari Cilandak hingga Condet untuk berkembang. Dan Fraksi PKS menyarankan batik Betawi dikenakan setiap hari Kamis,” tambah Yani, yang berasal dari daerah pemilihan Jakarta Selatan VIII.

Diketahui, Batik Betawi yang merupakan budaya yang mengadopsi budaya batik pesisir memiliki banyak nilai yang menunjukkan budaya dan sejarah Jakarta. Batik Betawi terekam dalam catatan sejarah perkembangan Jakarta, dahulu batik Betawi klasik banyak bermotif galur Ciliwung, pucuk rebung hingga bambu kuning. Motif-motif ini dulu merupakan yang menjadi ikon jakarta namun seiring berjalannya waktu motif batik Betawi saat ini di dominasi Ondel-ondel, Monas, Bajaj dan lain-lain.