Ekonomi Melambat, Masyarakat Perlu Tingkatkan Imunitas Ekonomi

0
12

Jakarta – Menghadapi situasi ekonomi yang terus melambat, kita perlu meningkatkan imunitas ekonomi dalam diri kita agar imbas krisis tidak terlalu kuat kepada kita. Demikian disampaikan Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKS Anis Byarwati dalam wawancara dengan Radio MNC Trijaya FM Jakarta, Senin (30/12/2019).

 

Anis melanjutkan, tentang situasi ekonomi dalam negeri yang terus melambat. Menurutnya masyarakat menghadapi masa yang tidak mudah dimana ekonomi mengalami perlambatan. Dibarengi dengan kenaikan bahan-bahan pokok, BBM, jalan tol, dan tarif listrik. “Tapi kita harus bertahan, karena ada atau tidak ada uang kita tetap butuh makan, anak-anak harus sekolah dan kebutuhan lain harus tetap terpenuhi” katanya dalam silaturahim sekaligus kunjungan media ke Radio MNC Trijaya ini.

 

 

Politikus perempuan yang menyabet gelar doktoral di Universitas Airlangga ini, mengupas khusus tentang ekonomi keluarga dan berpesan untuk para ibu. “Sebagai ibu rumah tangga, kita harus mempersiapkan segala kondisi yang tidak menentu. Ketidakpastian ekonomi yang hampir resesi terjadi hampir di seluruh dunia. Tapi jika imunitas dalam diri kita kuat tidak akan berimbas pada keluarga dan negara kita” jelas Anis yang berasal dari daerah pemilihan DKI Jakarta 1.

 

Untuk membangun imunitas tersebut, Anis memberikan tips berupa langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai persiapan menghadapi ketidakpastian ekonomi ini. Diantara langkah yang perlu dilakukan adalah :

  1. Mengalokasikan dana darurat. Dana darurat ini sangat penting, berapapun jumlah uang dimiliki. Dalam masa ketidakpastian, segala kemungkinan bisa terjadi. Misalnya beberapa usaha tutup, terjadi PHK, banyak orang kehilangan pekerjaan. Idealnya setiap keluarga bisa menabung dan menyimpan dana senilai kebutuhan hidup untuk 3 sampai 6 bulan. Dana ini dapat dipakai saat pemasukan keluarga terhenti. Ini yang dimaksud dengan dana darurat.

 

  1. Menabung dalam bentuk emas. Karena menabung dalam bentuk emas tidak beresiko dan nilainya tidak akan turun. Saat ini mulai banyak lembaga yang menawarkan investasi dalam bentuk emas. Emas tahan terhadap inflasi dan ANTAM (salah satu perusahaan tambang milik negara) mengeluarkan emas dalam berbagai ukuran, mulai dari satu gram. Selain dapat disimpan di rumah, emas juga bisa disimpan di lembaga-lembaga yang dikenal kejujurannya. bisa kita simpan uang kita dalam bentuk emas. Berbeda dengan uang cash yang sangat mudah dicairkan , simpanan dalam bentuk emas relatif lebih aman.

 

  1. Jika ingin investasi, pilihlah bentuk investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan keluarga. Jangan sekali-kali tergiur dengan iming-iming yang menawarkan imbal hasil tinggi, karena resikonya juga tinggi. Diantara investasi yang aman, menyimpan dalam bentuk SUKUK (semacam surat utang negara). Bagi hasil sukuk memang tidak besar, tetapi relatif lebih aman.

 

  1. Jika punya hutang, usahakan membuat planning untuk melunasinya. Karena dalam kondisi yang tidak memungkinkan, tiba-tiba nilai uang naik maka hutang kita juga menjadi tinggi. Jangan sampai terlilit hutang, tapi upayakan penyelesaiannya.

 

  1. Untuk kebutuhan jangka pendek disingkirkan dahulu, jika ada kelebihan lebih baik alokasikan untuk dana darurat. Mengganti kendaraan, membeli perabotan konsumtif, sebaiknya ditunda dulu. Hampir semua ahli ekonomi, pesimis menghadapi ekonomi tahun 2020. Para pengusaha sudah merasakan gejalanya. Dan hutang negara kita sudah pada level membahayakan sekali.

 

6.Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang baik tentang berhemat. Jika perlengkapannya masih bagus, saat liburan dan lebaran tidak perlu membeli barang yang baru dulu, dll. Anak-anak perlu tahu tentang pentingnya menabung untuk dana darurat. Ibu-ibu juga perlu menghemat dan mengelola uang untuk keperluan yang lebih efektif.

 

Sebagai pesan terakhir, Anis mengingatkan, “Intinya adalah perjalanan kita sebagai manusia tidak terlepas dari kondisi ekonomi, sosial, politik bangsa kita dan kondisi negara juga tidak flat. Kembali kepada kita, bagaimana bekal kita untuk tetap berprasangka baik bahwa rizki itu dalam Kuasa Allah SWT. Bahwa Allah SWT yang menyelamatkan kita dari kefakiran. Karena kefakiran itu sangat pahit, walaupun kita tahu ada kewajiban negara yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Kita tahu bahwa kondisi negara juga sedang butuh pertolongan,” katanya mengakhiri.