Dua Alasan Mengapa PKS DKI Jakarta Laporkan Cuitan Fahri Hamzah

Jakarta (4/5) — Kuasa Hukum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra menyampaikan dua alasan mengapa PKS DKI Jakarta melaporkan cuitan Fahri Hamzah dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Ditemui di Polda Metro Jaya, Indra menegaskan laporan ini untuk menghindarkan opini pembenaran yang akan berkembang di publik. Hadir sejak Jumat (4/5/18) pagi, Indra bersama sejumlah pimpinan PKS DKI Jakarta memenuhi agenda pemeriksaan pertama atas laporan yang dilayangkan pada 27 Maret 2018 lalu.

“Pertama, kalau tidak disikapi, hal ini bisa dianggap sebagai pembenaran. Sehingga dimunculkan opini PKS membenarkan kejahatan dan PKS membenarkan bentuk-bentuk kriminal lainnya. Padahal tidak,” tegas pria kelahiran Sumater Barat ini.

Ia menjelaskan, sebagai partai dakwah, struktur organisasi PKS dijalankan dengan norma agama dan perundangan sehingga bertolakbelakang dengan cuitan tersebut.

“Kita tahu PKS partai islam, partai dakwah yang sendi-sendi aktivitas organisasinya dijalankan dengan norma agama dan norma perjuangan. Sehingga hal ini sangat bertolakbelakang dengan fakta,” terangnya.

Alasan kedua, Indra menyampaikan laporan ini sebagai kanal yang meredam kekecewaan kader. “Karena kalau struktur DPW PKS DKI Jakarta tidak meresponnya, dikhawatirkan akan muncul sikap-sikap kader yang meluapkan kekecewaan. Sehingga hal ini harus disikapi sebagai institusi. Kalau persepsi ini tidak diluruskan, akan sangat berbahaya dan merugikan entitas Partai,” jelasnya.

Atas cuitannya, Fahri Hamzah diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebelumnya, laporan serupa juga dilayangkan PKS NTB dan Aceh.

(Us)