DPRD DKI Minta Dishub Berikan Jawaban soal Somasi Ratna Sarumpaet

Jakarta – Ratna Sarumpet mensomasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta karena tidak terima mobilnya diderek. Menurut Ratna apa yang dilakukan petugas Dishub tidak berdasar aturan hukum yang jelas.

 

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi mendukung penegakan peraturan yang dilakukan oleh Dishub apabila sudah sesuai peraturan. Sehingga ia meminta agar Dishub siap menghadapi somasi dari Ratna.

 

“Bahwa kemudian ada yang protes, ada yang komplain, dihadapi saja. Itu kan haknya warga untuk memprotes atau mengkritik yang dianggap merugikan tapi untuk Dishub sendiri harus menjalankan sesuai aturan. Siapapun warga itu punya hak untuk komplain,” kata Suhaimi saat dihubungi, Senin, (9/4).

 

“Dishub sendiri tidak boleh ragu-ragu menjalankan amanah, aturan. Jalanin saja. Ada yang komplain hadapi juga. Harus diberikan jawaban. Gitu saja,” tambahnya.

 

Suhaimi meminta supaya Dishub menjelaskan aturan bahwa setiap mobil yang parkir di pinggir jalan itu melanggar, meskipun tidak ada rambu dilarang parkir. Sebab, menurut Suhaimi, hal itu yang jadi salah satu pegangan Dishub menderek mobil Ratna.

 

“Itu harus dijawab oleh dishub juga. Artinya gini, dalam hukum di aturannya itu adalah, jalan itu bukan tempat parkir, kecuali yang diberikan tanda boleh parkir. Jadi itu yang dipegang oleh Dishub kan. Pegangannya adalah jalan itu untuk lalu lintas, seperti halnya trotoar itu adalah untuk pejalan kaki,” ujar Suhaimi.

 

Lebih lanjut mengenai langkah somasi yang dilayangkan oleh Ratna, Suhaimi menganggap langkah itu harus dihargai karena merupakan hak setiap warga negara. Sehingga ia kembali menegaskan Dishub sendiri harus siap menghadapi somasi dari Ratna.

 

“Kalau menurut saya, setiap hak warga harus dihargai. Itu yang penting. Jadi ada warga komplain ya dihargai sesuai dengan itu-nya, jangan sampai warga komplain enggak dihargai. Harus ada hak untuk mendapatkan jawaban,” ungkapnya.

 

Sumber : kumparan.com