Dewan Minta Siapkan Model Aktivitas UMKM Ala Kenormalan Baru

0
16

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Jakarta, karena paling tidak ada sekitar 74.229 pengusaha kategori UMKM yang terlibat menggerakkan perekonomian Jakarta, di masa Kenormalan Baru nanti UMKM harus mempersiapkan model aktivitasnya. Hal ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta bidang Perekonomian Ismail pada pembahasan kedua evaluasi PSBB masa transisi bersama Dinas UMKM Provinsi DKI Jakarta, Kamis (18/6/2020) di Komplek Parlemen Kebon Sirih, Jakarta.

“Disamping mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan, juga ada sejumlah target ekonomi yang harus dipulihkan secara bersamaan,” ujar Ismail.

Ismail melanjutkan, berdasarkan data yang dipaparkan Plt Kepala Dinas UMKM Ratu Elizabet, Ismail menyoroti tentang masih banyaknya Lokasi Sementara (Loksem) maupun Lokasi Binaan (Lokbin) yang tetap buka di masa PSBB yang lalu.

Data dari Dinas UMKM menunjukan, dari 20 lokbin hanya 1 lokbin (5%) yang tutup, dan dari 201 loksem hanya 13 loksem (6%) yang tutup. Akibatnya masih ada sekitar 5.427 pedagang yang masih melakukan aktivitas di masa PSBB yang lalu.

“Hal ini berbeda dengan dinas-dinas lain yang mampu mengurangi aktivitas bahkan hingga 90%. Tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan upaya menekan kurva kasus Covid-19 di masa PSBB kemarin,” kata Ismail heran.

Rapat kerja yang dimulai dengan penjelasan Plt. Kepala Dinas UMKM Jakarta Ratu Elizabet ini berisi tentang hasil pengawasan dan evaluasi PSBB dan PSBB transisi, khususnya di tiga sektor yaitu perindustrian, perdagangan, dan UMKM.