Demo Omnibus Law, Dewan Ingatkan Demonstran Agar Tidak Merusak Fasum

0
31

Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta dari daerah pemilihan Jakarta Pusat Ismail sangat menyayangkan terjadinya aksi anarkis serta vandalisme yang terjadi seiring dengan adanya aksi demonstrasi Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020). Ismail berharap agar aksi demo seperti ini tidak terulang, aksi dengan tanpa adanya pengrusakan terhadap fasilitas umum (fasum).

Ismail juga menambahkan, disisi lain, dirinya sangat menyayangkan tentang pengesahan RUU Omnibus Law atau Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) dimasa pandemi ini. Yang dikhawatirkan adalah pihak-pihak yang setuju belum sampai jauh memikirkan efeknya terhadap usaha pemerintah menghentikan penyebaran virus corona yang terjadi di ibukota khususnya.

“Dengan disahkannya RUU ini, otomatis akan ada gerakan perlawanan dari masyarakat yang di ikuti dengan pengumpulan massa, lewat aksi demonstrasi, tentunya ini bisa menjadi klaster baru penularan virus corona,” jelas Ismail.

“Padahal selama dua pekan berturut-turut Pemprov DKI sedang berusaha sangat keras untuk menekan laju pertambahan kasus,” tambah Ismail, di Jakarta, Jum’at (9/10/2020).

Pria yang juga Ketua DPD PKS Jakarta Pusat ini berharap, setelah demo berakhir tidak terdapat penambahan kasus secara signifikan.

“Serta tentunya jeritan masyarakat melalui aksi dapat didengar dan diwujudkan oleh Pemerintah Pusat,” tandas anggota Fraksi PKS yang di Komisi B ini.

Seperti diketahui, para demonstran melakukan aksi jalan kaki bersama menuju pusat pemerintahan. Namun patut disayangkan karena terjadi aksi anarkisme dibeberapa titik fasum yang ada di ibukota. Hingga saat ini, dilaporkan ada beberapa halte bus transjakarta yang hangus terbakar, yaitu : halte bundaran HI, Tosari, bahkan halte baru yang masih dalam tahap dibangun di kawasan simpang Senen, Jakarta Pusat.

Beberapa waktu sebelumnya tepatnya di bulan Maret 2020, Ismail bersama dengan Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz juga menerima perwakilan dari buruh perihal penolakan RUU Omnibus Las klaster Cipta Kerja ini. Pada kesempatan itu, Ismail dan Abdul Aziz juga ikut orasi naik keatas mobil para demonstran, seraya menyatakan dukungannya terhadap kaum buruh. Serta menyatakan sikap bahwa sikap Fraksi PKS baik DPRD maulun DPR dalam hal ini tegas menolak RUU tersebut untuk dilanjutkan prosesnya.