Curhat Pedagang Kaki Lima Disela Flash Mob PKS Johar Baru

Jakarta – Di antara ratusan masyarakat yang hadir menyaksikan Flash Mob persembahan dari DPC PKS Johar Baru pada Ahad (30/12/2018), tampak beberapa pedagang kaki lima yang sambil menunggu pelanggan. Mereka turut asyik menonton aksi para Kader dan Simpatisan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Salah seorang pedagang mie ayam bernama Tomo (43), disela-sela menyaksikan Flash Mob PKS Johar Baru, mengeluhkan dampak buruk saat ini bagi usahanya. Tomo mengatakan bahwa usahanya makin lesu akibat dari pergerakan ekonomi Indonesia yang dirasa menurun dari waktu ke waktu.

 

“Beda dengan zaman sebelumnya. Sekarang sepi pembeli, akibat kacau ekonomi,” keluh Tomo, memulai cerita.

 

Menanggapi berita di media umum bahwa saat ini Indonesia semakin baik dari sisi perekonomian, ia justru menyanggah balik. “Saya kan pedagang, jadi tahu (kondisi lapangan), ekonominya hancur.”

 

Tomo merasa sangat berat menjalani profesinya sebagai pedagang mie ayam, namun ia tidak punya pilihan lain yang dapat dilakukannya. Dirinya menyebut harga-harga di pasar semakin naik, sebelumnya harga ayam 20 ribu rupiah, sekarang naik menjadi 35 ribu sampai 45 ribu rupiah per ekor.

 

“Itu pun tergantung ukurannya,” lanjut Tomo memelas kecewa.

 

Meski harga-harga di pasar mengalami kenaikan, Tomo belum menaikkan harga jual mie ayamnya. Dirinya khawatir pelanggannya lari. Sekarang yang sedang Tomo rasakan omset menurun sampai 50 persen.

 

“Dulu saya bisa jual tujuh kilo mie sehari, sekarang tiga kilo saja susah,” ungkap bapak dari dua orang anak ini.

 

Tomo berjualan mie ayam sejak tahun 2004. Kini ia sangat berharap PKS dapat memperjuangkan aspirasi rakyat dan pedagang seperti dirinya. Tomo juga berharap mendapat bantuan OK OCE, mengingat sudah usang dan sejak tahun 2010 hingga kini gerobaknya belum diganti.

“Kalau gerobaknya sudah bagus, saya bisa keliling, kalau di sini (dagangan) tidak habis,” harap Tomo.

 

Terkadang di sekitar wilayah Johar Baru ada partai yang bagi-bagi gerobak. Namun Tomo yang ingin dapat gerobak baru, tidak mau terjebak. Tomo ingin partai-partai yang membantunya tulus memperjuangkan ekonomi rakyat kecil.

 

“Saya lihat-lihat dulu partainya, terpenting 2019 wajib ganti Presiden,” imbuhnya antusias. (di/pksjakarta)