Cegah Kerumunan, Komisi B DPRD DKI Usul Sekolah Jadi Tempat Potong Hewan Kurban

0
16

Jakarta – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdul Aziz mengusulkan lapangan sekolah menjadi tempat pemotongan hewan kurban. Usul itu bertujuan agar masyarakat tidak memotong hewan kurban di rumah sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

“Saya kira di lapangan bicara lebih banyak dari pada aturan-aturan, realisasinya di lapangan seperti apa, sekolah dilarang melakukan pemotongan hewan kurban, sedangkan di masyarakat, ketika sekolah dilarang maka dia akan motong di rumah kan, rumah ini secara kiasan kan pasti sekolah lebih luas, di rumah berpotensi penumpukan kerumunan manusia pasti akan lebih besar,” ujar Aziz saat dihubungi, Kamis (2/7/2020).

“Sekarang di balik, Pemda ini (harus) memberikan kelonggaran di halaman di sekolah, kita fasilitasi dengan pengerahan aparat-aparat, sehingga mereka bisa dikontrol, mereka melakukan proses pemotongan lalu panitia ke rumah masing-masing, di balik peraturannya, diberikan tempat, yang potensi penumpukan orang sedikit,” sambungnya.

Menurutnya, rumah potong hewan (RPH) tidak bisa memotong seluruh hewan kurban. Sehingga, tempat-tempat luas yang ada harus bisa dimanfaatkan selama Idul Adha untuk menjadi lokasi pemotongan hewan kurban.

Aziz mengatakan, kapasitas RPH hanya mampu memotong sapi per hari sebanyak 1.000 ekor. Sementara, di musim kurban pemotongan sapi bertambah menjadi 3.0000 ekor per hari.

“Saya tanya ke Dharma Jaya, ‘kamu mampu nggak menampung pemotongan sapi seluruh Jakarta?’ Nah, itu direkturnya nyerah,” katanya.

Untuk diketahui, Kementerian Agama RI mengeluarkan panduan penyembelihan hewan qurban di hari raya Idul Adha 2020 atau 1441 H. Di saat pandemi COVID-19 masih terjadi di sejumlah daerah, ibadah sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban harus menerapkan protokol kesehatan.

Panduan itu tercantum dalam Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 18 TAHUN 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19. Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah menjaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal panitia kurban, dan penerapan kebersihan alat.

Sumber: detik.com