Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, DPRD Imbau Dishub Evaluasi CFD

0
12

Jakarta – Car Free Day (CFD) yang kembali di buka untuk masyarakat Jakarta pada Ahad (21/06/20) mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang memadati wilayah disepanjang Jalan Jend. Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin. Namun banyaknya jumlah warga tersebut justru menimbulkan kekhawatiran anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Achmad Yani, dirinya mengimbau Dinas Perhubungan untuk evaluasi CFD.

Hal ini disampaikannya setelah banyaknya laporan yang masuk terkait pelanggaran protokol kesehatan saat diselenggarakannya CFD di Jakarta.

“CFD ini kan sudah lama ditiadakan kemudian baru kali ini diadakan lagi. Wajar jika warga sangat antusias. Laporan yang masuk ke saya, ada yang tidak memakai masker, berkerumun hingga tidak menjaga jarak,” ungkap anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2020).

Achmad Yani juga menyampaikan, Pemprov DKI harus melihat urgensitas CFD di tengah masih terus bertambahnya angka penularan Covid-19.

“Harus dipertimbangkan lagi, angka penularan covid masih terus bertambah di Jakarta dan kita tidak bisa mengabaikan begitu saja. Sebuah kerugian besar jika di masa PSBB transisi kemudian ada kegiatan berkerumun sekian banyak orang padahal bukan merupakan tujuan utama dari dilakukannya PSBB transisi yaitu meningkat aktifitas ekonomi Jakarta,” jelasnya.

Achmad Yani menambahkan, ada resiko jika sampai ada peningkatan jumlah penularan secara signifikan, maka bisa menyebabkan langkah mundur yang sangat merugikan pemerintah dan masyarakat DKI. Jika sampai tombol darurat dipencet gubernur maka artinya masyarakat kembali harus menghentikan sementara kegiatannya di luar rumah dan juga perekonomian Jakarta kembali terhenti.

“Kita nggak mau kembali ke posisi itu. Berat buat semua, oleh karena itu saya meminta semua pihak agar menahan diri dalam beraktifitas,” tutup Yani.