Anies Blusukan Ke Pasar Bambu Kuning, Warga Teriak : “Hidup Anies”

JAKARTA – Membuka hari kampanye keempat, Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 3, Anies Baswedan blusukan ke Pasar Bambu Kuning di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Pada blusukan tersebut, hampir seluruh penjual mengeluh mahalnya harga bahan pokok.

Teriakan “Hidup Anies” menyambut kedatangan Cagub DKI Anies Baswedan ke Pasar Bambu Kuning, Ancol, hari ini. Ratusan warga tampak saling berebut untuk bersalaman dan berfoto bersama Anies.

IMG-20161031-WA0118

Sejumlah orang juga memanfaatkan momen tersebut untuk bercengkerama langsung dengan pria 47 tahun itu.

Diantaranya adalah Tri Ningsih, ibu muda itu meminta agar mantan Menteri Pendidikan itu mengelus perutnya. “Siapa tahu jadi menteri,” ujarnya sambil tertawa.

Selain berbicara dengan sejumlah pedagang, Anies juga ikut berbelanja di pasar tersebut. Dia membeli dua batang tempe mentah seharga Rp 15 ribu. “Alhamdulillah dibeli cagub,” ujar Fahrudin, penjualnya.

Selain membeli tempe, Anies juga sempat membeli kue cucur dan juga udang. Pria asal Kuningan, Jawa Barat itu membeli satu kilogram (kg) udang peci panami senilai Rp 60 ribu.

Ternyata uang yang langsung diambil dari dompetnya tersebut tak akan digunakan oleh penjual udang tersebut. “Saya akan simpan. Siapa tahu berkah,” ujar Timan, penjual udang.

Seusai berkeliling dan menanyakan langsung sejumlah harga kebutuhan pokok, Anies menyebut bahwa harga di pasar, merangkak naik.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah harus mengambil langkah untuk menangani naiknya harga tersebut. “Pemerintah Harus turun tangan,” tegasnya.

Dia juga menyebut, penataan pasar adalah salah satu hal utama yang dilakukan. Namun dia menyebut, relokasi bukanlah hal yang utama untuk penataan pasar. “Kami ingin agar pasar lebih nyaman dan aman,” terangnya.

Selain itu, pendampingan terhadap penjual juga penting. Sehingga usaha dan ekonomi bisa tumbuh. “Dengan demikian, harga bisa murah,” ujar dia.

Tak hanya itu, Anies yang maju berpasangan dengan Sandiaga Uno itu menilai kemajuan kota tidak akan terasa apabila warganya tidak bahagia. Untuk itu, dia ingin agar warga bisa bahagia terlebih dahulu. ***