Anggota Komisi XI DPR Anis Berharap Pekerja Perempuan Berperan Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa Hadapi Era Industri 4.0

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati mengharapkan, para pekerja perempuan harus berperan dalam pembangunan ekonomi bangsa untuk menghadapi era industri 4.0. Hal ini disampaikan Anis pada Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan DPP Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan-Reformasi (Pharmaceutical Health Workers Union-Reformation) yang beralamat di Jl. Jend. R.S. Soekanto No. 12, RT 5/ RW 10 Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

 

Dalam diskusi ini, Anis menjelaskan tentang pengaruh Era Industri 4.0 terhadap industri kesehatan dan farmasi, tentang bagaimana Artificial Intelligence (AI) pada era ini yang banyak menggantikan peran pekerja manusia dengan teknologi elektronik digital dan robotic.

 

“Kita harus siap menghadapi era yang sebentar lagi, tenaga manusia lebih banyak digantikan oleh teknologi elektronik digital dan robotic,” jelas Anis yang berasal dari daerah pemilihan DKI Jakarta 1 ini.

 

Era baru Industrialisasi Digital kata Anis, dapat menciptakan peluang dan ancaman bagi manusia. Menurut Anis, ancamannya dapat berupa hilangnya sekitar 1 – 1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun karena manusia digantikan mesin otomatis (Gerd Leonhard, Futurist). “Namun akan ada peluang berupa bidang-bidang pekerjaan baru yang pada hari ini belum terbayangkan,” terangnya.

 

 

Indonesia, masih menurut Anis, juga tidak luput dari Era Industri Digital, contohnya adalah, toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis toko online, demikian pula taksi atau ojek tradisional, posisinya sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online. Agar bisa survive di era ini, sudah seharusnya para pekerja memiliki kemampuan-kemampuan khusus yang tidak mungkin tergantikan oleh mesin atau elektronik digital.

 

“Kemampuan-kemampuan seperti kemampuan kognitif, mengambil keputusan berdasarkan untung-rugi, kemampuan mengetahui dan membuat sistem, menyelesaikan masalah yang kompleks dan keterampilan-keterampilan sosial lainya,” sambung Anis.

 

Kemudian, Di era Industri 4.0, peran perempuan di dunia kerja semakin penting. Semakin banyak peluang bagi perempuan untuk bekerja. Oleh karena itu, di akhir diskusi Anis memaparkan agenda yang harus disiapkan perempuan pekerja di era 4.0, yaitu perempuan harus kreatif dan berpendidikan tinggi, serta memiliki kemampuan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif. “Apalagi perempuan yang juga sebagai seorang ibu, ia perlu terbuka pemikirannya dan mau terus belajar mengikuti perubahan jaman dan teknologi yang tentunya berpeluang besar diikuti oleh perubahan perilaku, karakter dan sikap anak-anak yang hidup di jaman ini,” tandasnya.

 

FGD yang bertema “Peran Pekerja Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa Menghadapi Era Industri 4.0” ini dihadiri oleh sekira 25 orang anggota Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan-Reformasi se-Jakarta Timur.